CEMILAN KHAS CIWIDEY - Kerupuk Norman dengan kulit singkong yang penuh kasiat
Keripik singkong atau
ketela disukai oleh semua kalangan, tidak pandang usia tua atau muda, tidak
pandang kelas kaya atau miskin. Kripik singkong merupakan makanan camilan, yang
biasanya disajikan untuk tamu atau sebagai teman ngobrol. Dari pangsa pasar
yang luas ini, pengrajin keripik singkong di Indonesia bermunculan. Selain
karena proses pembuatannya bisa dilakukan dengan cara tradisional juga bahan
dan modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Rasa keripik singkong kini
juga muncul dalam berbagai pilihan. Mulai dari rasa gurih, manis, asem, pedas,
hingga rasa ayam, sapi dan rasa seafood. Dibandingkan dengan kripik talas,
kripik singkong lebih banyak disukai. Selain karena kripik talas harganya agak
lebih mahal, sebagian orang juga tidak tahan dengan kandungan satnya yang
kadang membuat alergi. Sekalipun keripik talas memiliki rasa yang lebih gurih
dan renyah dibanding keripik singkong.
Proses
pembuatan kripik gadung tentu lebih sulit daripada singkong. Sebelum dimasak
gadung harus dilakukan pembersihan getah secara berulang.. Rasa gadung
sebenarnya mirip dengan talas yang sudah dikenal oleh masyarakat. Jika anda
sudah pernah merasakan keripik talas, mungkin rasa ini sudah tidak asing lagi.
Rasa lebih gurih tetapi tidak membuat pahit jika dimakan terus menerus.
Berbeda dengan keripik singkong,
jika kita makan dalam waktu lama, mulut akan terasa panas, atau bahkan ada yang
terasa pahit. Proses pembuatan kripik singkong rasa gadung ini sebenarnya mirip
dengan proses pembuatan keripik singkong pada umumnya, namun dalam hal ini
proses yang dilakukan lebih lama terutama dalam masa perendaman dan perebusan.
Sehingga rasa dari ketela ini akan hilang sendirinya, dan timbul rasa seperti
gadung.
Keripik
Singkong Rasa Gadung
Berikut proses pembuatan kripik singkong rasa gadung :
1.
Ketela
atau singkong atau ubi kayu yang sudah diambil, dibersihkan terlebih dahulu,
dan dikupas kulitnya.
2.
Setelah
itu, ketela ini dirajang dengan mesin perajang, sehingga berbentuk bulat, tipis
3.
Setelah
perajangan, ketela tersebut direbus selama beberapa jam ( 1-2 jam )
4.
Kemudian
dilakukan perendaman dengan air kapur untuk menghasilkan keripik singkong yang
renyah.
5.
Pada
proses perendaman ini dilakukan pencampuran bumbu – bumbu sesuai dengan rasa
yang diinginkan, bumbu tersebut seperti : garam, bawang, dll.
6.
Setelah
itu, ketela kembali dikukus atau di uapkan dengan waktu secukupnya. Hingga
terlihat warna agak kekuning – kuningan.
7.
Setelah
proses penguapan selesai, baru dilakukan penggorengan.
Rasa
ketela akan hilang selama proses perendaman dan perebusan secara berulang –
ulang tersebut. Dengan demikian rasa gadung yang hampir tidak memiliki rasa,
dapat dimunculkan pada ketela ini.
Bagi masyarakat Indonesia, tidak ada yang tidak
mengenal singkong atau ketela pohon. Beberapa bagian tanaman Udapat
dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Umbi dan daun singkong, merupakan bahan makanan yang lazim dikonsumsi
sebagai sumber utama karbohidrat dan sebagai pelengkap atau sayuran. Namun, ada
satu bagian lagi yang masih bisa dimanfaatkan dari tanaman ini. Bagian yang
selama ini dianggap tidak penting bahkan selalu dibuang ialah bagian kulit umbi
singkong. Aneh memang, namun pada kenyataannya kulit singkong mengandung
nutrisi yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh dan tentunya aman jika dikonsumsi.
Nutrisi utama yang banyak terkandung dalam kulit singkong ialah karbohidrat.
Memang konsumsi kulit singkong belum
dapat diterapkan secara maksimal dan selama ini kulit singkong hanya dibuang
begitu saja dan dikategorikan sebagai sampah organic karena dapat membusuk dan
hancur dengan sendirinya.
Jika kita mengamati lebih jauh, ada banyak manfaat
lain yang bisa diperoleh dari pemanfaatan kulit singkong,
antara lain :
1.
Sebagai pupuk organik
Umumnya,
kulit singkong hanya dibiarkan membusuk begitu saja. Padahal, jika
dimanfaatkan, kulit singkong ini dapat dijadikan sebagai kompos atau pupuk
organik. Pupuk yang ramah lingkungan dan menjadi salah satu nutrisi yang dapat
membantu pertumbuhan suatu tumbuhan dan mampu menjadi pembasmi hama pada
tumbuhan.
2.
Pakan Ternak
Manfaat
kulit singkong di sisi lain dapat dijadikan sebagai pakan hewan. Kandungan
karbohidrat yang tinggi dapat mempermudah petani menghasilkan hewan ternak yang
gemuk.
3.
Bio energi
Kulit singkong selain
dapat digunakan sebagai kompos dan pakan ternak, ternyata juga dapat diolah dan
dimanfaatkan sebagai sumber energi yang dapat menggantikan bahan bakar dari
minyak yang selama ini digunakan oleh masyarakat. Teknologi yang diterapkan
untuk menghasilkan bioethanol yakni melalui proses bernama hidrolisa asan dan
juga enzimatis. Salah satu pemanfaatan limbah kulit singkong ini sekaligus
menjadi salah satu program yang mendukung program yang dicanangkan oleh
pemerintah berkaitan dengan penyediaan bahan bakar nabati sebagai alternatif
pngganti bahan bakar minyak seperti bensin.
4.
Olahan makanan
Yang paling menakjubkan dari pemanfaatan limbah kulit singkong yang bernilai
jual sangat tinggi dan dapat secara langsung dikonsumsi oleh manusia ialah
kulit singkong diolah sebagai makanan. Umumnya, kulit singkong diolah menjadi
keripik. Namun, ada sebuah daerah yang berada di provinsi Jawa Barat yang
justru dengan sukses mengubah kulit singkong menjadi dendeng. Dendeng yang
biasanya terbuat dari daging, kini menggunakan bahan kulit singkong.
Ide
pembuatan dendeng dari bahan kulit singkong muncul dari keprihatinan warga yang
melihat limbah kulit singkong yang terbuang dan hanya menjadi bahan makan
ternak. Dengan proses yang sedemikian ulet dan panjang, akhirnya mereka mampu
memproduksi dendeng yang berasal dari kulit singkong. Berkenaan dengan rasa,
tentunya tidak jauh berbeda dengan dendeng yang berasal dari daging. Baiknya,
dendeng kulit singkong sudah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan
menjadi salah satu oleh-oleh yang diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke
daerah tersebut.
Silahkan hubungi:
0822 1416 6760 (Emma Aprilyanti)
0838 5245 5321 (Rosmiati)
Keywords:
Krupuk, kerupuk,Seblak,
Keripik, Ciwidey, Strawberry, stroberi, Wisata, pariwisata, kawah, cracker, desa,
kuliner, food, chip, sale, pisang, bandung, makanan, jajanan
Komentar
Posting Komentar